Monday, October 21, 2019
Home Hospitality Berikut ini Manfaat dan Langkah penerapan Dynamic Rate

Berikut ini Manfaat dan Langkah penerapan Dynamic Rate

-

Dynamic Rate atau Dynamic Pricing merupakan strategi penerapan harga yang didasarkan atas perubahan demand (permintaan) dan supply (penawaran). Contoh penerapanya sering kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari. Misalnya: Harga tiket pesawat yang cenderung naik ketika lebaran, tapi kembali normal/turun ketika permintaan turun.

Lalu, bagaimana caranya untuk menerapkan Dynamic Rate di Hotel? Siapa saja yang bertanggung jawab untuk melakukan perubahan harga kamar hotel?

Dengan menerapkan konsep Dynamic Rate berarti kita menerapkan harga kamar sesuai dengan supply & demand. Semakin tinggi permintaan (demand) maka semakin tinggi pula harga yang dipatok, sebaliknya semakin kecil permintaan maka semakin rendah harga yang dipatok. Sebelum menerapkan konsep Dynamic Rate ini, sebaiknya hotel menyusun langkah-langkah dibawah:

1. Membuat Rate Structure (Struktur Harga)

Struktur harga perlu dibuat untuk beraneka ragam pasar yang berbeda. Misalnya saja untuk segmen Corporate, Travel Agent, atau Individual.

Khusus untuk publish rate, Jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu yang hanya menggunakan singgle rate, akibatnya menjadi kurang flexible bagi tamu dan terlambat dalam meresponse keinginan pasar.

Oleh karena itu, saat ini dihotel diterapkan konsep “Yield” untuk aplikasi Dynamic Rate dihotelnya dimana harga publish rate umumnya dibagi menjadi tiga katagori: Low, Medium and High Rate. Selain harga publish, konsep Yield ini juga bisa diterapkan untuk harga Online Travel Agent.

Baca Juga  PHM Hospitality Kenalkan Management Development Program

Namun, ada beberapa Rate yang tidak bisa menggunakan konsep Yield, misalnya harga yang kita terapkan untuk klien Corporate dengan kontrak kerja sama. karena umumnya hotel terikat kontrak sebelumnya dan mereka memberikan jumlah volume dan nilai dalam kurun waktu tertenu.

Jika harga dirubah sesuai demand & supply, maka berpotensi keluar dari kesepakatan kontrak. Namun, saat ini beberapa dari mereka sudah mulai berminat untuk konsep Dynamic Rate dalam kerjasama dengan hotel.

Nah, harga kamar hotel yang fix seperti ini dalam istilah revenue disebut sebagai Non Yieldable sedangkan yang bisa flexible disebut sebagai Yieldable. Penjelasan Ini masih basik banget sih, detailnya kedepan tak buatkan artikel berserinya yah..

Baca Juga  Devisi Sales & Marketing, Ini 5 Cara Penentuan Harga Kamar Hotel

Bagian yang bertanggung jawab untuk merumuskan struktur harga ini adalah Sales & Marketing yang bekerjasama dengan Revenue Manager yang diketahui oleh GM dan corporate (jika chain)

2. Mengontrol Supply & Demand

Untuk mengetahui tingkat supply & demand sebetulnya sangat mudah, kita bisa melihat jumlah kamar (Room Available) yang tersedia dihotel kita, lalu Anda bisa menentukan harga jualnya. Biasanya manajemen sudah menentukan kondisi penerapan harga dan otomatis diaplikasikan di system hotel (Property Management System).

Baca Juga  Devisi Sales & Marketing, Ini 5 Cara Penentuan Harga Kamar Hotel

Contoh penerapan kondisinya: Jika Room Availability (Ketersediaan kamar) antara XX hinga XX maka, harga yang berlaku adalah XX. Kondisi tersebut dibuat menjadi beberapa tingkatan, yaitu harga terendah, harga menengah dan harga tertinggi.

Kedua, kita bisa melihat situasi kompetisi dengan kompetitor kita. Cara mengetahuinya adalah dengan menggunakan laporan dari Front Office dari beberapa kompetitor yang telah bertukar data dengan hotel kita seperti: occupancy, average rate, dan data lainnya. Ketiga, selalu evaluasi forecast baik harian, mingguan dan bulanan. Perhatikan dan analisa dengan seksama data forecast yang Anda miliki, lalu tentukan harga sesuai dengan data yang Anda miliki.

Bagian yang bertanggung jawab untuk memonitor pergerakan supply and demand ini antara lain: Revenue & Distribution, Reservation atau Front Office tergantung besar atau kecilnya hotel yang dioperasionalkan.

Setelah Anda menerapkan konsep Dynamic Rate, maka manfaatnya adalah sebagai berikut:

+ Tamu mendapatkan harga yang adil sesuai dengan hukum ekonomi yang mengacu kepada demand dan supply.

+ Bisnis hotel menjadi lebih terkontrol untuk memastikan tingkat hunian dan harga yang ideal.

+ Hukum Pareto terpenuhi, yaitu prinsip 20% effort dan 80% result dengan cara memaksimalkan inventory dan nilai bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × three =

Must Read

1
Halo,
Apa yang bisa dailyhotels.id Bantu ?
Powered by