Rujak cingur sudah menjadi menu kuliner andalan ketika bertamu ke Surabaya. Sebut saja rujak cingur Achmad Jais yang terletak di daerah Genteng, Surabaya pusat yang telah diakui sebagai rujak cingur termahal di Indonesia karena harganya mampu mencapai angka 50 ribu rupiah. Harga yang sesuai dengan nilai historis dan rasa yang dikandungnya.

Ketenaran rujak cingur Surabaya itulah yang membuat Chef Ervin Triana untuk mencoba berkreasi dengan bahan dasar rujak. Dinamakan Rujak Iga Petis kuah rawon atau disingkat Rugatis, adalah kreasi masakan terbaru Hotel Santika Pandegiling. Ia menggabungkan sensasi rasa rujak cingur yang kuat dengan rasa rawon yang gurih.

Kreasi itu terilhami oleh kuliner rujak soto yang berasal dari Banyuwangi. Rujak yang langsung dicampurkan dengan kuah soto itu dan pernah dirasakan oleh Chef Ervin membuat beliau berpikir: “Apakah mungkin rujak ini dapat dicampurkan dengan kuah yang lain?” Dari sanalah dia memberanikan diri untuk bereksperimen dengan rawon.

rugatis rujak iga petis kuliner unik pandegiling surabaya
Menu Rugatis yang unik dan bisa anda temukan di Santika Pandegiling Surabaya. Foto oleh Abraham Dailyhotels

Chef Ervin memilih rawon sebagai kuahnya tidak lain dan tidak bukan juga karena ketenarannya.

“Saya memiliki dua menu andalan. Yang pertama adalah rujak cingur yang memang selalu dicari tamu pada saat event baku, untuk lunch atau dinner. Yang kedua adalah rawon, andalan kami untuk di restoran ataupun untuk room service. Saya memikirkan bagaimana jika menu ini dijadikan satu. Dari ide itulah terciptalah rugatis rawon,” terang Chef Ervin mengenai latar belakang sajian rugatis ini.

Cingur yang umumnya menjadi pasangan utama rujak pun diganti menjadi iga dengan alasan yang serupa: iga bakar merupakan salah satu menu top ten yang terdapat di Hotel Santika. Namun di sini, iga tersebut tidak disajikan ala iga bakar. Iga di dalam rugatis rawon diarahkan menjadi kaldu untuk kuah rawon, menggantikan daging sapi yang menjadi bahan utama rawon.

menu baru santika pandegiling surabaya
Rujak Iga Petis yang menarik minat pecinta kuliner Surabaya. Foto oleh Abraham Dailyhotels

Sensasi rasa rugatis rawon ini tergolong cukup unik. Bumbu rujak yang terkenal kuat di lidah karena olahan tambahan dari petis dan udang seketika menghilang ketika dicampurkan dengan kuah rawon. Rasa gurih dari rawon seakan-akan menyapu bersih bekas rasa rujak yang menempel di lidah. Hal itu bisa dirasakan jika mencoba menyantap rujaknya terlebih dahulu, baru diikuti oleh kuah rawon.

Alhasil, rugatis rawon paling nikmat disantap secara bersamaan ketimbang secara terpisah. Hal itu sesuai dengan saran Chef Ervin, “Lebih spesial kalau langsung dicampurkan. Karena sensasinya langsung kena. Harmoni dan gurihnya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

5 + ten =