Apakah kamu pernah membaca atau mendengar nama Helen Keller? Kalau pernah maka sedikit banyak seharusnya kamu tahu tentang dia. Sedikit penjelasan mengenai dia, Helen Keller adalah contoh anak berkebutuhan khusus (ABK), yaitu penyandang buta tuli, yang berhasil menjadi sosok legenda karena telah membuktikan dirinya spesial di masyarakat.

Sebagai seorang penyandang buta tuli sedari kecil, Helen berhasil meraih gelar sarjana di bidang seni pada umurnya yang ke 24. Tak hanya itu, dia juga merilis beberapa buku dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial. Tanggal lahirnya, 27 Juni, diperingati sebagai hari Helen Keller di mana masyarakat Amerika sana merayakannya dengan mengadakan penggalangan dana yang umumnya melalui acara fashion show.

Jika diperhatikan secara seksama keberhasilan Helen tak lain dan tak bukan karena adanya dukungan sekaligus kesempatan yang diberikan oleh orang-orang sekitarnya, khususnya keluarga. Hal macam itu masih jarang terjadi untuk masyarakat di Indonesia. Kurangnya kepedulian masyarakat terhadap penyandang cacat tersebut mengilhami Varna Culture Hotel Surabaya membuat sebuah acara yang diarahkan khusus kepada para difabel.

peserta lomba berkonsentrasi dalam membuat pola batik
Peserta lomba berkonsentrasi dalam membuat pola batik. Foto oleh Hana Dailyhotels

Disusun dalam bentuk lomba membatik sekaligus fashion show, acara yang diselenggarakan pada Jumat kemarin (27/4) mencoba menggandeng anak-anak berkebutuhan khusus dari seluruh penjuru Surabaya. Acara yang rencananya diadakan untuk memperingati hari Kartini itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan para ABK agar dapat berprestasi layaknya orang normal pada umumnya.

“Perhatian orang-orang awam kepada mereka ini masih kurang. Padahal di balik kekurangan mereka, terdapat kelebihan-kelebihan yang menjadikan mereka spesial. Kita ingin menunjukkan hal itu,” terang Ariadne Widodo selaku sales marketing dalam menjelaskan tujuan acara ini.

Beberapa peserta ABK dengan kebutuhan yang berbeda hadir di sana. Di antaranya ada penyandang tuna rungu serta penyandang down syndrome. Salah satunya adalah Putri Primadhani Mooduto, putri dari Jenny Sunariani yang pada 2013 lalu berhasil memenangkan medali emas untuk cabang olahraga bocce pada ajang Special Olympics 2013 Asia Pacific Games Newcastle di Australia.

juara membatik di varna hotel surabaya
Para juara membatik di Varna Culture Hotel Surabaya

Namun, jelas terlihat jumlah partisipan ABK dalam acara itu tidak banyak. Hanya sekitar tiga hingga lima yang pada saat itu tampak hadir dalam lomba membatik. Aria mengakui bahwa sedikitnya partisipan yang datang di sana dikarenakan mental ABK sendiri yang tidak stabil.

“Ini ada yang barusan konfirmasi mau datang. Padahal mereka sudah mendaftar dari kemarin. Harus nunggu mood-nya dulu. Kalau mood-nya mereka nggak oke, nggak bisa berangkat,” ujar Ari sambil menatap jamnya yang telah menunjukkan pukul 16.30, satu setengah jam dari waktu mulainya acara.

Namun ada alasan lain yang menurut Ari menjadi kendala masalah partisipan, yaitu kurangnya dukungan dari orang tua kepada ABK sendiri. Menurutnya, para orang tua di Indonesia ini masih menganggap ABK merupakan aib keluarga sehingga mereka masih enggan untuk membiarkan anaknya mengikuti acara-acara.

“Padahal di acara ini kita mau memberikan penghargaan kepada mereka. Inilah mengapa rencananya acara ini akan dibuat rutin. Salah satunya adalah untuk mengubah pemikiran itu dari kepala para orang tua,” terangnya.

fashion show di varna hotel surabaya
Juara fashion show yang diadakan oleh Varna Culture Hotel Surabaya

Seusai lomba membatik yang berakhir pada pukul 18.00, acara dilanjutkan dengan fashion show. Peragaan busana itu dilakukan di dalam hotel, tepatnya di lobi hotel, sehingga cukup banyak menyita perhatian penghuni dan pengunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty − eight =