Menjabat sebagai marketing communication Manager sebuah hotel merupakan sebuah prestasi. Tak banyak orang yang memiliki kesempatan untuk merasakan dan diberikan tanggung jawab besar itu oleh perusahaan. Paling tidak bagi seorang Ery Fibriani jabatan itu adalah sebuah tantangan untuk mengembangkan diri.

Wanita asal Surabaya tersebut memulai perjalanan karirnya di hotel dia masih duduk di bangku kuliah. Ery mengatakan bahwa sejujurnya dia tak pernah sekalipun berharap atau bermimpi untuk bekerja di hotel dengan alasan dia tidak mengambil jurusan yang khusus merujuk ke perhotelan, melainkan adalah secretary. Namun kehidupan tidak berkata demikian.

Saat masih bersekolah di perguruan tinggi Malang, sang ayah meninggal dunia. Alhasil tidak ada lagi tulang punggung keluarga yang bisa membiayai sekolah dan kehidupan Ery di Malang.

Mau tak mau Ery pun harus bekerja. Pekerjaan pertama sebagai marketing communication di sebuah perusahaan properti memberikan jalan untuk berkarir di hotel hingga sekarang menjabat di HARRIS Pop! Hotel & Convention Solo.

2006 adalah kali pertama Ery menjalani karirnya di bisnis perhotelan. Sebelumnya, selama empat tahun lamanya Ery berada di perusahaan non-hotel. dia menjajal kemampuannya sebagai seorang sekretaris yang kesehariannya bergulat dengan data.

Dia diserahi tugas untuk mempromosikan Santika Hotel & Resort di Jakarta sekaligus menjadi public relation perusahaan itu pada pertengahan 2006. Setidaknya butuh waktu kurang lebih dua tahun untuk membuat Ery melangkah keluar dari hotel itu dan pindah kepada yang lain. Namun dari sana pula, Ery mampu meraih karir yang lebih baik dengan tantangan baru.

Butuh keberanian yang besar untuk berani meninggalkan zona nyaman. Contoh yang paling terlihat dari Ery adalah bagaimana dia memutuskan diri untuk beranjak ke kota tetangga yang cukup jauh, Solo.

Menurut Ery, dengan meninggalkan kenyamanan-kenyamanan yang biasa dia rasakan mampu membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik dengan skill yang lebih mantap. Akan tetapi itu perlu diimbangi dengan rasa tulus kepada pekerjaan.

“Saya nggak terlalu senang dengan zona nyaman karena akan membatasi kita untuk terus belajar dan berkarya,” ujarnya. Karena hal itulah, Ery pun juga tidak terlalu pilih-pilih dengan membandingkan hotel di kota kecil dengan yang di kota besar.

“Kenapa saya memilih tawaran kerja di Solo Jawa tengah setelah saya sudah bekerja di Surabaya? Jawabannya adalah untuk belajar. Dunia marketing yang mulai berkembang di tahun 2018 menuntu saya untuk terus menggali ilmu di brand hotel satu ke hotel lain.”

“Semuanya untuk mengembangkan ilmu saya di dunia marketing dan komunikasi. Jadi bukan tentang kota besar atau kota kecilnya, saya lebih fokus dengan apa yang bisa saya pelajari di sana,” terangnya lebih maju.

Untuk menjadi seorang Marketing Communication Manager yang handal seperti Ery Fibriani, adapun beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari loyal kepada perusahaan, memiliki banyak link dan kedekatan pada media, hingga berkepribadian santun dan menarik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 + one =