Dewasa ini, perkembangan street art di kota Surabaya sudah tidak dapat dipandang sebelah mata. Bisa dilihat di beberapa tembok di sudut-sudut kota Surabaya kini terlihat lebih berwarna dengan street art.

Apalagi di era kekinian begitu banyak industri kreatif yang bergelut dalam bidang seni. Ditambah lagi dengan ciri khas masing-masing yang dimiliki tiap seniman, seakan memberikan nuansa artsy tersendiri pada kota pahlawan ini.

Sebagai hotel dengan konsep Urban Street Art, YELLO Hotel Jemursari selalu menggelar acara-acara dengan konsep street art yang sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap seluruh pelaku dan pegiat seni jalanan di kota surabaya.

Tahun ini, YELLO Hotel Jemursari secara konsisten kembali mendukung gelaran festival seni jalanan berskala internasional. Bertajuk “Yardfest Graffiti Festival 2018”, merupakan festival seni jalanan yang kedua setelah sebelumnya sukses di tahun 2017.

Acara yang dianggap “lebaran”nya street art ini merupakan festival graffiti yang diselenggarakan oleh para pegiat seni street art di kota Surabaya yang tergabung dalam komunitas Panggon 140.

Namun ada yang unik pada Yardfest Graffiti Festival 2018 kali ini, tak hanya seniman Indonesia, tapi juga seniman mancanegara yang berasal dari Jepang, Kanada, Vietnam, dan juga Singapura ikut andil dalam memeriahkan festival graffiti ini.

Hal ini untuk menunjukkan bahwa eratnya hubungan sesama pegiat seni. Kolaborasi antara seniman Indonesia dan mancanegara ini tentunya akan memberikan nilai lebih. Karena perbedaan kultur dan budaya ini tentunya akan mewujudkan karya seni yang layak untuk dinantikan.

Saat acara press conference pada tanggal 5 September 2018, Pino, Herzven, Daos, dan Fine yang merupakan pegiat seni mancanegara berbagi kisah dan juga harapan mereka untuk dunia seni di masa depan.

Daos seniman Vietnam membeerikan insight Yardfest Graffiti Festival 2018
Daos seniman Vietnam membeerikan insight Yardfest Graffiti Festival 2018

Sebagai narasumber, mereka ingin menunjukkan bahwa dibalik stigma negatif street art, ada sisi yang menarik yang justru bisa memberikan semangat ataupun pesan untuk masyarakat sekitar.

“Kegiatan ini merupakan ide dan inovasi dari kaula muda yang perlu kita dukung dan apresiasi. Apalagi di zaman sekarang yang kalangan anak mudanya identik dengan sifat malas serta kurang bersosialisasi dengan lingkungannya, dengan kegiatan seperti ini mereka bisa mengekspresikan diri secara positif dan memberi edukasi kepada masyarakat terhadap hal yang sering dianggap negatif,” ungkap Ita Tania di acara press conference, Rabu (5/9/2018) yang diselenggarakan di YELLO Hotel Jemursari.

Tak berhenti sampai disitu, Daos seniman asal Vietnam dan Fivust seniman lokal asal kota Bogor berkolaborasi unjuk gigi melakukan live performance di atas media kanvas seusai press conference.

live performance
live performance

Menggabungkan dua style berbeda, membuat para media penasaran bergumam menerka-nerka gambar apa yang ingin mereka lukis.

Mereka memperlihatkan sekaligus mengedukasi tentang graffiti, mengaplikasikan secara langsung teknik-teknik yang sudah dikuasai demi menghasilkan karya yang berkelas.

“Dalam gambar yang kami buat ini terdapat kata “run” yang jika diterjemahkan ke bahasa indonesia berarti lari, juga ada karakter yang sedang berlari. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah di masa sekarang kita tidak boleh hanya berdiam diri. Dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, kita harus berlari mengejar ketertinggalan. Karena hidup harus terus berjalan, berkembang, dan memberi manfaat kepada sesama,” ungkap Daos, seniman asal Vietnam.

hasil live perform kolaborasi
hasil live perform kolaborasi

Press conference ini untuk mengawali dan menginformasikan acara puncak yang akan berlangsung di Frontej Ahmad Yani  yang diselenggarakan pada 8 September 2018.

Dengan konsep yang lebih matang beberapa rangkaian acara dihadirkan, salah satunya adalah Graffiti Map.

Dimana para seniman Indonesia dan mancanegara akan menggambar pada tembok-tembok yang tersebar di 14 titik berbeda di kota surabaya diantaranya yaitu di Jalan Menur, Jalan Bawean, Jalan Dharmawangsa, Jalan Mleto, Taman Apsari, dan beberapa titik lainnya.

So, bagi pecinta street art, acara ini layak untuk didatangi. Selain inspirasi, tentunya akan banyak relasi yang bisa didapatkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 3 =