Biasanya, pada bulan Oktober dan November jumlah wisatawan asing mulai menurun. Dan baru pada bulan Desember, okupansi hotel di Bali akan naik lagi. Tapi berbeda pada tahun ini. Perhelatan Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank (IMF – World Bank) di Bali diprediksi akan menaikkan pertumbuhan hunian atau okupansi hotel di kawasan tersebut. Acara yang digelar 2 kali dalam setahun ini, akan diadakan di Bali pada 8 – 14 Oktober 2018. Acara tersebut juga bakal menolong industri pariwisata secara umum di Bali.

Photo by Kemkominfo via suaramerdeka.com

Dengan pasokan hotel yang cukup banyak di Bali, seharusnya bisa diimbangi dengan event yang ada, tidak hanya event nasional, tetapi internasional. Pada akhir triwulan tahun ini, terdapat 2 acara internasional yang bakal memenuhi okupansi kamar hotel di sekitar acara tersebut di gelar. Acara tersebut adalah IMF dan FIABCI.

FIABCI sendiri adalah Federasi Real Estat Dunia yang akan mengadakan Global Business Meeting. Acara tersebut akan diselenggarakan pada 7-10 Desember 2018 mendatang. Pertemuan yang akan dilaksanakan di Bali juga ini menjadi momentum untuk mengenalkan potensi sektor properti berbasis pariwisata kepada dunia internasional. Karena Indonesia masih menjadi salah satu pilihan investasi asing yang ingin masuk ke Indonesia seperti dari Asia dan Timur Tengah.

resort yang memberikan fasilitas mewah dan nyaman kepada para pengunjungnya. Photo by nusaduahotel.com

Hotel yang bakal okupansinya paling tinggi yaitu yang berada tidak jauh dari lokasi pertemuan tahunan tersebut, seperti di wilayah Nusa Dua, Sawangan, Benoa, Jimbaran dan lain-lain. Semoga dengan adanya event Internasional ini tidak hanya berdampak pada bisnis hotel saja, tetapi juga kegiatan ekonomi lain di Bali seperti usaha kecil dan menengah (UKM) dan pariwisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × 1 =