Presiden RI, Joko Widodo lewat Menteri Pariwisata, Arief Yahya mencanangkan ’10 Bali Baru’ beberapa tahun yang lalu, alasannya guna dapat memfokuskan pembangunan infrastruktur dan amenitas guna menjadikan ke-’10 Bali Baru’ ini dapat menjadi destinasi wisata berkelas dunia di Indonesia tentunya selain Bali yang sudah lebih dahulu kesohor di seantero dunia.

Salah satu destinasi yang mendapatkan perhatian cukup serius dari Kementerian Pariwisata RI yaitu Danau Toba di Sumatera Utara. Buktinya, tak hanya menetapkannya menjadi salah satu destinasi ‘Bali Baru’ di Indonesia akan tetapi Danau Toba sampai dibuatkan sebuah Badan Otorita khusus Pariwisata yang diberinama Badan Pariwisata Otorita Danau Toba (BPODT).

Badan Pelaksana Pariwisata Danau Toba (BPODT) Kementerian Pariwisata RI dan Tujuh investor termasuk PT ARCS House – Jambuluwuk Hotels & Resorts yang diwakili oleh Wiraseno selaku President Direktur, menandatangani perjanjian kerja sama inventasi pengembangan Danau Toba, Sumatera Utara, senilai 400 juta dolar AS atau setara RP 6,1 triliun.

Jambuluwuk Hotels & Resorts diwakili oleh Wiraseno selaku President Direktur, Menandatangani Perjanjian Investasi Pengembangan Kawasan Pariwisata Danau Toba

Penandatanganan kerja sama investasi dilakukan oleh Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo bersama dengan tujuh investor, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo.

Arie Prasetyoa mengungkapkan, para investor akan membangun fasilitas-fasilitas penunjang pariwisata seperti: hotel dan resort berstandar internasional, MICE (meeting, incentive, convention and exhibition), agro-forestry, pertanian organik, wisata desa.

Selain itu, diharapkan adanya pendidikan tentang pariwisata dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang memungkinkan masyarakat di wilayah pariwisata Danau Toba dan sekitarnya menjadi sejahtera.

Sebagai pengelola kawasan, BPODT memastikan para investor untuk melakukan pengembangan dengan pendekatan eco-tourism, Hal ini selaras dengan pernyataan dari Martha W Thomas Selaku Corporate Marketing Communication Manager, Jambuluwuk Hotels & Resorts siap melakukan pengembangan dengan pendekatan ekowisata (eco-tourism).

Yaitu pengembangan wisata dengan menjaga kelestarian lingkungan, pengembangan yang melibatkan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat di sekitar Danau Toba, serta pengembangan dengan menjaga kearifan lokal dan tradisi warisan budaya setempat.

Jambuluwuk Oceano Resort, Gili Trawangan

Saat ini Jambuluwuk Hotel & Resort memiliki lima Property yang tersebar di kawasan wisata di Indonesia diantaranya : Kawasan Puncak Bogor, Batu Malang, Yogyakarta, Gili Trawangan & Seminyak Bali.

Di lima lokasi tersebut memiliki konsep dengan desain yang berbeda. Perbedaan ini terjadi karena menyesuaikan lokal setempat, namun tetap memiliki kualitas yang sama dari segi fasilitas yang diberikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 − seven =