Sebuah inovasi perlu dilakukan demi terciptanya sesuatu yang baru dimana sesuatu yang baru ini mungkin bisa merubah masa depan. Banyak contoh inovasi yang sudah dikembangkan hingga saat ini dan sebagian besar telah membuat masa depan menjadi lebih berkembang.

Terobosan inovasi juga dapat dilakukan untuk memperlancar usaha ataupun sebuah pekerjaan. Laptop atau komputer adalah salah satu contoh inovasi yang mampu membuat pekerjaan lebih mudah.

Inovasi harus terus dikembangkan atau bahkan diciptakan demu merubah ke arah yang lebih baik. Ini juga dilakukan oleh favehotel Rungkut Surabaya. Hotel bintang 3 yang berada dibawah naungan Archipelago International melakukan sebuah inovasi untuk restorannya.

Kalau kalian pernah menginap di favehotel di kota-kota manapun, Lime Restaurant (nama restorannya) ini berkonsep penuh warna, cheerfull dan terasa segar. Inilah yang membedakan Lime Restaurant di favehotel Rungkut dengan favehotel lainnya. Restoran yang berlokasi di lantai R favehotel Rungkut berubah konsep. Jika sebelumnya berkonsep buffet restaurant, mulai awal tahun 2019 berubah menjadi cafe and restaurant.

Adapun yang membedakan adalah perubahan tampilan restoran yang menjadi lebih mewah dengan pergantian interior dan furniture di dalamnya. Lime Restaurant juga menyentuh konsep kasual dimana tempat berkonsep kasual ini biasanya cocok dijadikan sebagai tempat untuk gathering, arisan, ulang tahun hingga bridal shower.

Lime Restaurant yang kini lebih bergaya rustic dan charm dengan sentuhan warna dan ornament kayu pada furniture dan dindingnya akan menambah kehangatan suasana berkumpul bersama dengan orang-orang terkasih. Kami juga berikan sentuhan lettering atau paint art yang ada di dinding restoran, sehingga bisa dijadikan spot foto yang instagram-able sesuai dengan zaman kekinian,” ujar Santi Manurung, Hotel Manager favehotel Rungkut Surabaya.

Untuk launching konsep Lime Restaurant yang baru ini ternyata disamakan dengan launching Suroboyoan Lunch Buffet tanggal 8 Agustus 2019. Acara dikemas dengan cukup menarik dengan tarian remo dari anak-anak sanggar tari menambah riang suasana. Tari Remo yang identik dengan Surabaya tentu tidak bisa dilupakan begitu saja.

Tamu undangan juga ditemani dengan komunitas batik yang membuat batik secara langsung sehingga tamu bisa belajar ataupun melihatnya. Selain mengenalkan nuansa baru Lime Restaurant, favehotel Rungkut Surabaya juga mengajak sejumlah tamu hotel untuk mencicipi Lunch buffet terbaru yang disuguhkan dengan konsep Suroboyoan.

Sengaja pilih nama ini, karena akrab ditelinga warga Surabaya, dan mudah diingat“, tambah Melani Novitasari, Sales Marketing Manager Favehotel Rungkut.

Suroboyoan Lunch Buffet menjadi salah satu alternatif para tamu saat menikmati waktu menginap di hotel yang berada di kawasan Surabaya Timur dan bingung harus mencicipi makanan khas Surabaya dimana. Solusinya adalah dengan mencicipi Suroboyoan Lunch Buffet, dimana Suroboyoan Lunch Buffet menyajikan aneka macam stall makanan khas Surabaya yang hangat karena diproses secara langsung di depan para tamu.

Menurut Linda, salah seorang tamu, Suroboyoan Lunch Buffet sangat recommended karena makanannya yang lengkap dan enak. Penulis juga ikut merasakan kelezatan beberapa makanan yang disuguhkan dan benar-benar wajib coba karena memang rasanya enak. Biasanya untuk sekelas hotel, menyajikan menu lokal terkadang rasanya kurang pas, tapi tidak dengan favehotel Rungkut Surabaya.

Suroboyoan Lunch Buffet ini bisa dinikmati dengan harga yang tidak sampai 100 ribu dan akan buka setiap hari senin – jumat mulai pukul 12:00 hingga 15:00 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × four =