Home Location Bandung E-Gathering Perdana Himpunan Humas Hotel Bahas "Survival Kit" Adaptasi Kebiasaan Baru

E-Gathering Perdana Himpunan Humas Hotel Bahas “Survival Kit” Adaptasi Kebiasaan Baru

-

Menghadapi kebiasaan baru industri hotel perlu melakukan banyak penyesuaian. New normal menguji inovasi dan kreativitas pelaku sektor ini dalam penerapan protokol kesehatan, promosi, program dan melakukan berbagai hal untuk tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi yang cukup signifikan.

Pekerjaan utama yang menjadi perhatian para public relations hotel adalah memikirkan strategi apa yang harus dilakukan untuk menggenjot income dan bertahan di tengah situasi sulit.

Himpunan humas di tiga kota besar Indonesia yaitu Yogyakarta, Bandung dan Jakarta tergerak untuk mengadakan e-gathering kolaboratif pada jumat 24 Juli lalu.

Dalam gathering perdana ini “Public Relations Survival Kid For Your Business” diangkat menjadi topik utama. Event yang diselenggarakan secara virtual ini, turut mengundang Jojo S.Nugroho, selaku Ketua Umum APPRI dan Managing Director IMOGEN PR, sebagai guest speaker yang memberikan tujuh “Survival Kit” untuk public relation (PR) hotel di era adaptasi kebiasaan baru.

Jojo menyampaikan “Survival Kit” yang pertama untuk pelaku PR yaitu, melakukan pemetaan stakeholder agar PR tahu siapa yang menjadi prioritas untuk didekati sekarang ini.

Kedua, melakukan pemetaan isu. “Hal ini dilakukan untuk mengetahui apa
yang dibutuhkan oleh loyal customer kita agar mereka mau kembali datang ke hotel kita,” ungkap jojo.

Ketiga adalah storytelling. Jojo menekankan bahwa PR bisa membuat konten dalam bentuk cerita berdasarkan fakta dan diambil dari kacamata customer. Kemasannya story telling bisa berbeda-beda sesuai dengan target yang akan disasar.

Baca Juga :  The Balava Hotel Malang, Jaminan Puas Tak Ingin Pulang

Keempat, kolaborasi. “Di era sekarang ini, semua harus saling berkolaborasi. Disinilah fungsi dari sebuah komunitas. Dengan kita saling mengenal, maka akan ada trust dan bisa melakukan kolaborasi,”ujarnya.

Baca Juga :  The Balava Hotel Malang, Jaminan Puas Tak Ingin Pulang

Kelima, berkomunikasi dengan penuh empati. Maksudnya hotel harus dapat memberikan informasi yang menenangkan customer. Kecemasan masyarakat yang berlebihan pada pandemi ini harus segera diatasi untuk mengembalikan situasi seperti sedia kala.

Keenam, fokus pada solusi bukan jualan. “Karena berdasarkan survei Edelman Trust Barometer 2020, 54 persen responden akan mengabaikan launching produk, kecuali brand tersebut didesain sedemikian rupa untuk membantu mereka menghadapi pandemi,” kata Jojo.

Terakhir, tetap berhubungan baik dengan media. “Masyarakat saat ini lebih percaya pada media konvensional karena ada begitu banyak berita hoaks di media sosial. Ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh Imogen Communications Institute (ICI),”tutupnya.

Himpunan Humas Hotel Jakarta, Yogyakarta dan Bandung sendiri merupakan komunitas non-profit yang berdiri berdasarkan tujuan untuk mempererat hubungan baik antar PR hotel &resort di Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

Komunitas ini membuat agenda pertemuan rutin setiap bulannya dengan berbagai misi edukasi guna memperluas wawasan di dunia perhotelan. Dengan ini seluruh pengurus Himpunan Humas Hotel berharap kedepannya dapat saling bersinergi mengadakan kegiatan yang dapat menambah skill serta wawasan seputar profesi PR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Baca Juga :  Yuk kepoin!5 tempat wisata yang unik jarang orang ketahui

eighteen − ten =

Must Read

×

Hello!

Dengan Galuh dailyhotels.id, Ada yang bisa kami bantu ?

× Need Help ? Chat With us