Dark Mode Light Mode

Lebih dari Sekadar Teori: Mengenal Creative Delivery Method di HTEB Universitas Ciputra.

Mahasiswa HTEB Universitas Ciputra/Sumber: Dailyhotels.id

Dailyhotels, April 2026 – Industri pariwisata dan event global menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangkas dalam eksekusi lapangan.

Menjawab tantangan tersebut, program studi Hospitality & Tourism Event Management (HTEB) Universitas Ciputra Surabaya secara konsisten menerapkan Creative Delivery Method (CDM).

Metode ini merupakan sebuah pendekatan pembelajaran inovatif yang menitikberatkan pada pengalaman langsung dan keterlibatan aktif mahasiswa.

Transformasi Ruang Kelas Menjadi Ruang Simulasi

Dosen HTEB UC/Sumber: Dailyhotels.id

Berbeda dengan metode pembelajaran konvensional yang didominasi oleh penjelasan satu arah dari dosen, CDM mengedepankan filosofi Learning by Doing. Dalam metode ini, setiap mata kuliah dirancang agar mahasiswa dapat merasakan atmosfer industri yang sesungguhnya sejak semester awal.

Ruang kelas tidak lagi hanya menjadi tempat untuk mencatat teori, melainkan bertransformasi menjadi laboratorium kreatif.

Advertisement

Di sini, mahasiswa ditantang untuk menyelesaikan Problem-Based Learning (PBL) yang diadopsi dari kasus nyata di industri perhotelan dan manajemen acara. Hal ini dilakukan supaya ingatan mahasiswa terhadap materi jauh lebih kuat karena terlibat langsung dalam perencanaan dan praktik.

Tiga Pilar Utama Creative Delivery Method

Fasilitas Fakultas Pariwisata UC/Sumber: Dailyhotels.id

Implementasi CDM di HTEB Universitas Ciputra berpijak pada tiga pilar utama yang menjamin kualitas lulusannya:

  1. Proyek Berbasis Realitas
    Mahasiswa diberikan tanggung jawab penuh dalam mengelola proyek skala besar, mulai dari konsep, perencanaan anggaran, hingga eksekusi hari-H. Hal ini memberikan pengalaman manajerial yang komprehensif.

    Contoh konkretnya terlihat pada mata kuliah trip di mana Mahasiswa tidak hanya menjadi peserta wisata, melainkan menyusun sendiri tour package, mengurus akomodasi, transportasi, hingga itinerary.
  2. Mentoring dengan Praktisi
    Dosen berperan sebagai fasilitator dan konsultan. Mahasiswa diwajibkan menyusun timeline proyek yang ketat untuk dipantau melalui proses mentoring berkala.

    Hal ini memastikan setiap progres berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan diri mahasiswa.
  3. Ekosistem Kreatif:
    Pemanfaatan teknologi terbaru dan lingkungan simulasi mendukung mahasiswa untuk bereksperimen dengan ide-ide unik dan out of the box, baik dalam bidang pariwisata maupun penyelenggaraan event.

Mencetak Mahasiswa Berkarakter

Mahasiswa HTEB UC/Sumber: Website Resmi UC

Salah satu keunggulan signifikan dari metode ini adalah kemandirian mahasiswa dalam membangun portofolio profesional sebelum lulus. Dengan keterlibatan langsung dalam berbagai event besar, mahasiswa HTEB UC memiliki modal kuat untuk bersaing di level internasional.

Baca Juga :  Kenapa Staf Hotel Selalu Ramah? Ini Rahasia Training Academy yang Jarang Terungkap

“Kami mengajak mereka merasakan langsung. Dari awal, mahasiswa sendiri yang mengelola akomodasi hingga itinerary. Melalui mentoring berbasis timeline, kami memastikan proyek terealisasi dengan baik agar saat terjun ke industri, mereka tidak kaget lagi,” ungkap Patricia Naomi Angela, Dosen HTEB Universitas Ciputra.

Melalui CDM, mahasiswa dilatih untuk memiliki mentalitas entrepreneur yang mampu melihat peluang di tengah tantangan industri pariwisata yang dinamis. Dengan terjun langsung, mahasiswa tidak hanya sekedar belajar, tetapi menguasai ekosistem kerja yang sesungguhnya.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Previous Post

Menilik Pesona Candhari Heaven, Destinasi Kuliner dan Staycation Ikonik di Yogyakarta

Next Post

Menyusuri Keistimewaan The Ritz-Carlton, Bali: Destinasi Staycation Eksklusif untuk Liburan Bersama Orang Tersayang