Penanganan kebakaran hotel membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi, terutama ketika situasi darurat mengharuskan banyak tamu keluar dari bangunan dalam waktu singkat. Karena tidak semua tamu mengetahui letak pintu keluar atau jalur evakuasi, hotel perlu memiliki sistem keselamatan, prosedur darurat, dan tim yang siap bertindak.
Karena itu, penanganan kebakaran di hotel tidak hanya bergantung pada alat pemadam. Ada sistem, prosedur, dan pembagian tugas yang dirancang agar situasi dapat dikendalikan sekaligus membantu tamu keluar dari area berbahaya dengan aman.
Alarm Menjadi Tanda Awal untuk Mengaktifkan Prosedur Darurat
Ketika terdeteksi asap atau indikasi kebakaran, sistem deteksi dan alarm menjadi bagian penting dalam memberikan peringatan kepada penghuni hotel. Selain sistem otomatis, prosedur hotel juga dapat melibatkan laporan dari tamu atau karyawan yang pertama kali melihat api.

Dalam standar keselamatan hotel, informasi mengenai prosedur evakuasi kebakaran dan jalur penyelamatan perlu tersedia sehingga tamu dapat mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi. Pada tahap ini, hotel tidak hanya berfokus pada sumber api. Informasi mengenai lokasi kejadian juga perlu segera diteruskan kepada pihak yang bertanggung jawab agar respons dapat dilakukan sesuai prosedur.
Tim Hotel Langsung Membagi Peran
Saat alarm berbunyi, respons tidak dilakukan oleh satu departemen saja. Hotel membutuhkan koordinasi antara tim keamanan, engineering, front office, manajemen, serta tim tanggap darurat yang telah ditentukan.
Dalam penanganan kebakaran hotel, setiap bagian memiliki tanggung jawab yang berbeda. Security membantu mengamankan area, engineering menangani sistem teknis, sementara front office dan tim tanggap darurat membantu mengarahkan serta memantau proses evakuasi.
Di Indonesia, ketentuan usaha hotel juga mencantumkan kebutuhan terhadap tim tanggap darurat serta karyawan yang memiliki pengetahuan mengenai penanganan keadaan darurat. Artinya, ketika terjadi kebakaran, yang bekerja bukan hanya petugas pemadam. Ada sistem koordinasi yang harus berjalan secara bersamaan.
Tamu Diarahkan Menuju Jalur Evakuasi
Setelah kondisi darurat dikonfirmasi, prioritas berikutnya adalah keselamatan penghuni. Tamu diarahkan untuk meninggalkan area melalui jalur evakuasi yang telah ditentukan. Jalur tersebut seharusnya mudah dikenali melalui tanda evakuasi dan informasi keselamatan yang tersedia di area hotel. Regulasi usaha hotel di Indonesia juga mensyaratkan adanya petunjuk penyelamatan diri serta evacuation sign yang jelas dan mudah terlihat.

Dalam kondisi kebakaran, lift bukan jalur yang digunakan untuk evakuasi. Tangga darurat menjadi salah satu jalur utama untuk keluar dari bangunan. Hotel Kristal Jakarta, misalnya, dalam prosedur darurat yang dipublikasikan untuk tamu mengarahkan penghuni menggunakan tangga darurat dan menuju assembly point ketika terjadi kebakaran.
Karena itu, mengetahui posisi tangga darurat sejak pertama kali memasuki kamar bukan sekadar formalitas. Informasi tersebut dapat menjadi sangat penting ketika kondisi di dalam hotel berubah menjadi gelap atau penuh asap.
Mengapa Hotel Memiliki Titik Kumpul?
Evakuasi tidak berhenti ketika tamu keluar dari gedung. Mereka kemudian diarahkan menuju assembly point atau titik kumpul yang telah ditentukan. Titik ini berfungsi sebagai area aman untuk mengumpulkan penghuni setelah meninggalkan bangunan. Dari lokasi tersebut, petugas dapat melakukan pendataan dan memantau apakah masih ada tamu atau karyawan yang belum keluar.

Ketentuan keselamatan usaha hotel di Indonesia juga mencantumkan perlunya informasi mengenai lokasi titik kumpul serta akses yang mudah terhadap informasi jalur evakuasi bagi tamu. Inilah alasan mengapa tamu sebaiknya tidak langsung meninggalkan titik kumpul setelah berhasil keluar dari bangunan. Proses evakuasi belum tentu selesai hanya karena seseorang sudah berada di luar hotel.
Bagaimana Jika Api Belum Berhasil Dikendalikan?
Hotel memiliki berbagai sistem proteksi kebakaran untuk membantu mengendalikan keadaan sejak tahap awal. Sistem tersebut dapat mencakup alarm, detektor, sprinkler, alat pemadam api, serta sistem dan jalur evakuasi.
Namun, keberadaan peralatan tidak berarti setiap api harus ditangani sendiri oleh tamu atau karyawan. Tindakan pemadaman harus mengikuti prosedur keselamatan dan dilakukan oleh personel yang memiliki tugas serta kompetensi untuk menanganinya.
Jika situasi tidak dapat dikendalikan, koordinasi dengan pemadam kebakaran dan pihak berwenang menjadi bagian dari respons darurat. Dalam perencanaan keadaan darurat, hotel juga perlu menetapkan tanggung jawab pihak-pihak terkait dan melakukan pengujian prosedur secara berkala.
Setelah Evakuasi, Hotel Masih Memiliki Banyak Pekerjaan
Selesainya evakuasi bukan berarti penanganan kebakaran langsung berakhir. Hotel masih perlu memastikan kondisi tamu dan karyawan, berkoordinasi dengan pihak terkait, mengamankan area, serta melakukan evaluasi terhadap kejadian. Jika diperlukan, investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab dan mengevaluasi respons yang telah dijalankan.

Tahap evaluasi penting karena prosedur keadaan darurat bukan sekadar dokumen. Prosedur perlu diuji dan ditinjau secara berkala agar karyawan mengetahui peran masing-masing ketika kondisi sebenarnya terjadi. Dengan begitu, simulasi kebakaran yang terkadang terlihat seperti kegiatan rutin sebenarnya memiliki fungsi penting. Latihan membantu hotel menguji apakah komunikasi, pembagian tugas, jalur evakuasi, dan koordinasi antartim dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Apa yang Bisa Dilakukan Tamu Sebelum Terjadi Kebakaran?
Keselamatan kebakaran juga membutuhkan partisipasi tamu. Tidak perlu menunggu alarm berbunyi untuk mengetahui cara keluar dari hotel. Saat baru tiba di kamar, luangkan waktu untuk melihat denah evakuasi, mengetahui posisi tangga darurat, dan mengenali setidaknya dua jalur keluar terdekat. US Fire Administration juga merekomendasikan tamu hotel membaca rencana evakuasi di kamar, menemukan dua pintu keluar terdekat, serta menghitung jumlah pintu dari kamar menuju jalur keluar.
Hal sederhana seperti ini sering dianggap tidak penting karena sebagian besar perjalanan berlangsung tanpa keadaan darurat. Namun, ketika situasi benar-benar terjadi, seseorang tidak selalu memiliki waktu untuk mencari informasi dari awal.
Keselamatan Hotel Dibangun Sebelum Keadaan Darurat Terjadi
Pada akhirnya, penanganan kebakaran hotel bukan hanya tentang memadamkan api. Kesiapan sistem, koordinasi antartim, serta pemahaman tamu terhadap jalur evakuasi menjadi bagian penting dari keselamatan di lingkungan hotel.
Bagi tamu, memahami jalur keluar dan titik kumpul mungkin hanya membutuhkan beberapa menit saat check-in. Namun, pengetahuan sederhana tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan menghadapi keadaan darurat.
Sedang mencari informasi lain tentang bagaimana hotel bekerja di balik layar? Temukan berbagai artikel seputar hospitality, hotel, dan dunia perhotelan lainnya hanya di DailyHotels.id.