Future Workforce 2030 menjadi salah satu agenda penting bagi industri perhotelan dan kesehatan yang tengah menghadapi perubahan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Menjawab tantangan tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Human Resource Hotel & Rumah Sakit menghadirkan Future Workforce Forum 2026 dengan tema “Future Workforce 2030: Membangun Talenta Unggul, Adaptif.”
Forum ini diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 15.30-16.30 WIB di Main Stage International Medical Wellness Tourism Expo (IMWTE) 2026, Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya.
Talenta Masa Depan dalam Future Workforce Industri Perhotelan
Future Workforce 2030 menuntut perusahaan untuk memiliki talenta yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan. Kemampuan komunikasi, empati, kepemimpinan, kreativitas, problem solving, dan orientasi pelayanan menjadi kompetensi SDM masa depan yang semakin dibutuhkan.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena industri hotel dan rumah sakit merupakan sektor yang sangat mengandalkan kualitas pelayanan. Teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi, tetapi interaksi manusia tetap menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman terbaik kepada tamu maupun pasien.
Al dalam Pengelolaan SDM Industri Perhotelan
Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam HR turut mengubah cara perusahaan mengelola sumber daya manusia. Al dapat dimanfaatkan untuk membantu proses rekrutmen, penyaringan kandidat, analisis kinerja, hingga pengembangan program pembelajaran dan pelatihan.
Meski demikian, penerapan Al dalam manajemen SDM perlu dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keamanan data, transparansi, dan potensi bias. Peran HR tidak menghilang, tetapi berkembang menjadi lebih strategis dalam mengelola perubahan dan membangun budaya kerja yang berorientasi pada manusia
Strategi Rekrutmen dan Retensi Talenta
Generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki ekspektasi yang berbeda terhadap dunia kerja. Selain gaji dan jenjang karier, mereka juga mempertimbangkan lingkungan kerja, keseimbangan kehidupan, kesempatan belajar, serta makna dari pekerjaan yang dilakukan.

Karena itu, perusahaan perlu memperkuat employer branding, strategi rekrutmen digital, talent management, dan pengalaman karyawan. Program upskilling dan reskilling, mentoring, coaching, serta kesempatan pengembangan karier juga dapat membantu perusahaan mempertahankan talenta berkualitas.
Kolaborasi Industri dan Pendidikan
Membangun tenaga kerja masa depan tidak dapat dilakukan oleh industri saja. Kolaborasi antara perusahaan, institusi pendidikan, dan pemerintah diperlukan untuk memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Program magang, penyelarasan kurikulum, sertifikasi kompetensi, pelatihan bersama, serta praktik langsung di hotel dan rumah sakit dapat menjadi langkah strategis untuk membangun talent pipeline industri perhotelan dan kesehatan.
Membangun Future Workforce 2030
Future Workforce Forum 2026 diharapkan menjadi ruang bertukar wawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi para pemimpin HR hotel, HR rumah sakit, Human Capital, General Manager hotel, direktur rumah sakit, hingga praktisi pengembangan organisasi.
Pada akhirnya, Future Workforce 2030 bukan hanya tentang pemanfaatan teknologi, tetapi bagaimana teknologi dan manusia dapat berjalan bersama untuk menciptakan tenaga kerja yang unggul, adaptif, dan tetap mengutamakan kualitas pelayanan.
Ingin mendapatkan informasi terbaru seputar hotel, hospitality, kesehatan, dan wellness tourism?
Ikuti terus DailyHotels.id untuk mendapatkan berbagai berita, insight, dan perkembangan terbaru seputar industri perhotelan, pariwisata, kesehatan, dan wellness tourism.