Industri perhotelan Indonesia tidak hanya diisi oleh hotel-hotel yang berdiri secara independen. Di balik banyaknya pilihan akomodasi di berbagai kota dan destinasi, terdapat jaringan hotel yang mengelola sejumlah brand dengan karakter, segmen pasar, dan konsep yang berbeda.
Beberapa jaringan hotel memiliki kehadiran di Indonesia. Di antaranya Archipelago International, Santika Indonesia Hotels & Resorts, ARTOTEL Group, dan Accor. Ada pula InJourney Hospitality, Marriott International, IHG Hotels & Resorts, dan Minor Hotels.
Archipelago International dengan Portofolio Multi-Brand
Archipelago International merupakan salah satu perusahaan manajemen hotel yang memiliki jaringan luas di Indonesia dan sejumlah negara lainnya.
Portofolionya mencakup beberapa brand seperti ASTON, fave, HARPER, dan NEO. Kehadiran berbagai brand tersebut menunjukkan bagaimana satu jaringan dapat menjangkau segmen tamu yang berbeda melalui karakter dan konsep hotel yang disesuaikan.

ASTON misalnya hadir dengan berbagai pilihan hotel untuk kebutuhan perjalanan bisnis maupun leisure, sementara fave dikenal melalui konsep akomodasi yang lebih praktis. HARPER dan NEO juga memiliki karakter tersendiri dalam portofolio Archipelago.
Model multi-brand seperti ini memungkinkan jaringan hotel menjangkau pasar yang lebih luas tanpa menggunakan satu konsep untuk seluruh properti.
Santika Indonesia Hadir melalui Beberapa Brand
Sebagai salah satu jaringan hotel yang berkembang di Indonesia, Santika Indonesia Hotels & Resorts memiliki sejumlah brand yang menyasar kebutuhan tamu berbeda. Beberapa nama yang berada dalam portofolionya adalah Hotel Santika, Amaris, dan Anvaya.

Perbedaan brand tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan jaringan. Hotel Santika membawa karakter hotel yang dekat dengan pasar domestik, sementara Amaris menawarkan konsep akomodasi yang lebih sederhana dan praktis. Di sisi lain, Anvaya hadir pada segmen yang berbeda dengan pengalaman menginap yang lebih premium.
Keberadaan beberapa brand dalam satu jaringan menunjukkan bahwa pengelolaan hotel tidak selalu menggunakan satu pendekatan untuk seluruh pasar.
ARTOTEL Group Menggabungkan Hospitality dan Kreativitas
Berbeda dari jaringan yang memiliki portofolio dengan pendekatan lebih konvensional, ARTOTEL Group membawa identitas yang kuat melalui hubungan antara hospitality, seni, desain, dan kreativitas. Beberapa brand yang berada dalam portofolionya antara lain ARTOTEL, Dafam, dan MaxOne Hotels.

ARTOTEL dikenal dengan pendekatan yang menjadikan seni dan desain sebagai bagian dari pengalaman hotel. Sementara itu, keberadaan Dafam dan MaxOne memperluas jangkauan portofolio ARTOTEL Group ke karakter akomodasi yang berbeda.
Model seperti ini memperlihatkan bahwa jaringan hotel dapat berkembang bukan hanya berdasarkan jumlah properti, tetapi juga melalui diversifikasi brand.
Accor Membawa Jaringan Hotel Global ke Indonesia
Di tingkat internasional, Accor merupakan salah satu grup hospitality global yang memiliki berbagai brand di Indonesia.
Portofolionya mencakup nama seperti Pullman, Novotel, Mercure, dan ibis, dengan masing-masing brand memiliki positioning dan karakter yang berbeda.

Keberadaan jaringan global memberikan keuntungan berupa sistem dan standar brand yang dapat diterapkan di berbagai destinasi. Namun, setiap properti tetap perlu menyesuaikan pengalaman hotel dengan karakter pasar dan lokasi masing-masing.
Hal tersebut membuat jaringan internasional tidak hanya membawa sebuah nama brand, tetapi juga sistem operasional dan standar hospitality ke berbagai pasar.
InJourney Hospitality Mengelola Portofolio Hotel di Indonesia
Di Indonesia, jaringan hotel juga berkembang melalui InJourney Hospitality. Perusahaan ini menjadi bagian dari ekosistem pariwisata Indonesia dan memiliki portofolio properti di berbagai destinasi. Beberapa nama yang tercantum dalam portofolionya antara lain Inaya Putri Bali, Grand Inna, INNA, dan Truntum Hotels.

Portofolio tersebut tersebar di sejumlah destinasi seperti Bali, Jawa, dan Sumatera. Keberadaan berbagai properti dalam satu jaringan menunjukkan bagaimana pengelolaan hospitality dapat mencakup hotel dengan karakter destinasi dan kebutuhan pasar yang berbeda.
InJourney Hospitality juga menjadi contoh bagaimana jaringan hotel dapat berperan dalam pengelolaan aset hospitality sekaligus mendukung ekosistem pariwisata di berbagai daerah.
Marriott International dan Portofolio Brand Global
Marriott International membawa salah satu portofolio brand hospitality global terbesar ke pasar Indonesia.
Beberapa brand yang dikenal melalui jaringan Marriott di Indonesia antara lain JW Marriott, The Ritz-Carlton, Marriott Hotels, Sheraton, Courtyard by Marriott, dan Four Points by Sheraton. Portofolionya juga mencakup sejumlah brand lain dalam berbagai segmen.

Salah satu karakter utama jaringan seperti Marriott adalah penggunaan banyak brand untuk menjangkau kebutuhan perjalanan yang berbeda. Mulai dari hotel luxury hingga akomodasi untuk perjalanan bisnis dan leisure, setiap brand memiliki identitas masing-masing.
Dengan demikian, satu jaringan dapat hadir di berbagai segmen tanpa menghilangkan karakter khusus dari setiap brand.
IHG Hotels & Resorts Menawarkan Beragam Brand
Jaringan global lainnya yang memiliki portofolio di Indonesia adalah IHG Hotels & Resorts. Beberapa brand yang terdapat dalam portofolio IHG antara lain InterContinental, Crowne Plaza, Holiday Inn, Holiday Inn Resort, Holiday Inn Express, Hotel Indigo, Six Senses, Regent, Kimpton, dan voco.

Keberagaman tersebut memperlihatkan bagaimana satu grup dapat memiliki brand untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan bisnis, liburan keluarga, resort, hingga pengalaman luxury dan lifestyle. Di Indonesia, brand-brand tersebut hadir di sejumlah destinasi, termasuk Jakarta, Bali, Bandung, dan berbagai kota lainnya.
Minor Hotels dengan Portofolio Hospitality di Berbagai Destinasi
Minor Hotels merupakan grup hospitality yang berbasis di Thailand dan memiliki portofolio hotel serta resort di berbagai negara. Di Indonesia, beberapa brand yang dapat ditemukan dalam jaringannya antara lain Anantara, Avani, NH Collection, dan Oaks.

Sejumlah properti Minor Hotels hadir di destinasi seperti Bali dan berbagai kawasan wisata lainnya. Brand yang berbeda memungkinkan jaringan ini menghadirkan pengalaman hospitality yang disesuaikan dengan karakter masing-masing pasar.
Anantara, misalnya, memiliki karakter yang berbeda dengan Avani maupun NH Collection. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari strategi jaringan dalam menjangkau segmen wisatawan yang beragam.
Mengapa Satu Jaringan Memiliki Banyak Brand?
Banyaknya brand dalam satu jaringan hotel bukan sekadar persoalan jumlah properti. Strategi multi-brand memungkinkan perusahaan menjangkau segmen pasar, kebutuhan perjalanan, dan tingkat pengalaman yang berbeda.
Seorang wisatawan yang mencari hotel untuk perjalanan bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda dengan keluarga yang berlibur atau tamu yang mencari pengalaman luxury. Dengan memiliki beberapa brand, sebuah jaringan dapat menghadirkan pilihan yang lebih luas tanpa harus menggunakan konsep yang sama untuk setiap properti.
Selain itu, jaringan hotel juga dapat memberikan dukungan dalam hal standar operasional, distribusi, pemasaran, sistem reservasi, loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia. Di sisi lain, setiap hotel tetap perlu mempertahankan relevansi dengan lokasi. Karakter sebuah hotel di pusat kota dapat berbeda dengan resort di kawasan pantai atau pegunungan meskipun berada di bawah jaringan yang sama.
Jaringan Hotel Membentuk Lanskap Hospitality Indonesia
Kehadiran jaringan lokal dan internasional membuat industri perhotelan Indonesia memiliki ekosistem yang semakin beragam. Satu perusahaan dapat mengelola banyak brand, sementara satu brand dapat hadir di berbagai kota dengan karakter properti yang berbeda.
Delapan jaringan tersebut — Archipelago International, Santika Indonesia Hotels & Resorts, ARTOTEL Group, Accor, InJourney Hospitality, Marriott International, IHG Hotels & Resorts, dan Minor Hotels — menunjukkan beragam pendekatan dalam mengembangkan bisnis hospitality.
Ada jaringan yang kuat dengan portofolio lokal, ada yang mengembangkan brand global, dan ada pula yang menjadikan seni, budaya, destinasi, atau pengalaman sebagai bagian dari identitas hotel.
Pada akhirnya, memahami jaringan hotel tidak hanya membantu melihat siapa yang berada di balik sebuah brand. Hal tersebut juga memberikan gambaran mengenai bagaimana industri hospitality berkembang, membagi segmen pasar, dan menghadirkan berbagai pilihan akomodasi bagi wisatawan di Indonesia.
Ikuti terus DailyHotels.id untuk mendapatkan informasi dan edukasi seputar industri hotel, hospitality, pariwisata, serta perkembangan bisnis akomodasi di Indonesia.