DAILYHOTELS.ID — Sebuah kapal tidak selalu mengakhiri perjalanannya di laut. Di Bintan, Kepulauan Riau, sebuah kapal berusia 1 abad justru mendapatkan kehidupan baru sebagai hotel. Kapal bernama Doulos Phos ini memiliki sejarah panjang, mulai dari kapal penumpang hingga menjadi toko buku terapung yang mengunjungi berbagai negara.
Berawal dari Kapal Penumpang pada 1914
Kisah Doulos Phos dimulai pada 1914, ketika kapal ini diluncurkan dengan nama SS Medina di Amerika Serikat. Sepanjang perjalanannya, kapal tersebut beberapa kali berganti nama dan fungsi sebelum memasuki babak baru dalam sejarahnya.

Pada 1977, kapal ini dikenal sebagai MV Doulos setelah diambil alih oleh organisasi Operation Mobilization. Sejak saat itu, kapal tersebut digunakan sebagai perpustakaan dan toko buku terapung yang membawa buku ke berbagai negara.
Selama lebih dari tiga dekade, MV Doulos berlayar mengunjungi lebih dari 100 negara. Kapal ini kemudian berhenti beroperasi pada 2009 karena ketentuan maritim dan kebutuhan perbaikan besar. Meski demikian, perjalanan panjangnya belum benar-benar berakhir.
Dari Toko Buku Terapung Menjadi Hotel di Bintan
Pada 2010, kapal tersebut diambil alih oleh pengusaha asal Singapura, Eric Saw. Ia memiliki gagasan untuk mempertahankan kapal bersejarah itu dengan mengubah fungsinya menjadi hotel. Nama Doulos Phos, yang berarti “Pelayan Cahaya” dalam bahasa Yunani, kemudian digunakan untuk menandai babak baru kapal tersebut.

Proses transformasi ini membutuhkan lebih dari sekadar memperbarui tampilan kapal. Struktur lama harus disesuaikan agar dapat digunakan sebagai akomodasi, sementara karakter maritimnya tetap menjadi bagian penting dari konsep yang ditawarkan.
Doulos Phos akhirnya berlabuh secara permanen di kawasan wisata Lagoi, Bintan. Setelah melalui proses restorasi dan penyesuaian, kapal ini dibuka sebagai hotel pada 2019. Kehadirannya memperlihatkan bagaimana aset maritim bersejarah dapat dimanfaatkan kembali melalui konsep hospitality.
Menginap di Dalam Kapal Bersejarah
Berbeda dari hotel yang dibangun di atas lahan dengan struktur gedung konvensional, Doulos Phos menawarkan pengalaman menginap di dalam kapal yang memiliki sejarah panjang. Bentuk kapal dan sejumlah bagian yang berkaitan dengan masa lalunya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Selain kamar untuk menginap, kawasan hotel ini memiliki fasilitas resor dan area yang memungkinkan tamu menikmati pemandangan laut. Pengalaman tersebut memadukan fungsi akomodasi dengan kisah perjalanan kapal yang pernah melintasi berbagai wilayah di dunia.
Keberadaan Doulos Phos juga menunjukkan bahwa nilai sebuah bangunan tidak selalu ditentukan oleh fungsi awalnya. Kapal yang dahulu membawa penumpang dan buku kini dimanfaatkan untuk menerima tamu, sekaligus mempertahankan cerita yang melekat pada sejarahnya.
Ketika Sejarah Mendapatkan Fungsi Baru
Mengubah kapal tua menjadi hotel merupakan salah satu contoh pemanfaatan kembali aset bersejarah. Alih-alih hanya menjadi bagian dari masa lalu, kapal dapat terus digunakan melalui pendekatan baru yang menyesuaikan kebutuhan masa kini.
Namun, mempertahankan bangunan atau struktur berusia 1 abad tentu memerlukan perhatian terhadap kondisi fisik, perawatan, dan keselamatan. Tantangannya bukan hanya menjaga tampilan lama, tetapi juga memastikan aset tersebut dapat berfungsi sesuai peruntukannya.
Perjalanan Doulos Phos memperlihatkan bagaimana sejarah maritim dapat bertemu dengan industri perhotelan. Dari kapal penumpang, toko buku terapung, hingga hotel di Bintan, setiap perubahan fungsi menambahkan babak baru dalam perjalanan panjangnya.
Ikuti terus Dailyhotels.id untuk mendapatkan cerita menarik dan informasi terbaru dari dunia hospitality.