Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Kisah Adrian Zecha: Terusir dari Indonesia, Bangkit Membangun Aman Resorts
Tugu Kunstkring Paleis: Jejak Sejarah 1914 yang Bertahan di Tengah Jakarta

Tugu Kunstkring Paleis: Jejak Sejarah 1914 yang Bertahan di Tengah Jakarta

Gedung bersejarah Tugu Kunstkring Paleis di Menteng, Jakarta Gedung bersejarah Tugu Kunstkring Paleis di Menteng, Jakarta
Gedung bersejarah Tugu Kunstkring Paleis di Menteng, Jakarta

DAILYHOTELS.ID — Di tengah kawasan Menteng, Jakarta Pusat, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menyimpan perjalanan panjang dunia seni di Batavia. Tugu Kunstkring Paleis diresmikan pada 17 April 1914 sebagai tempat kegiatan Nederlandsch-Indische Kunstkring. Kini, bangunan tersebut kembali menghadirkan perpaduan seni, sejarah, kuliner, dan ruang acara di tengah perkembangan ibu kota.

Berawal dari Pusat Kegiatan Seni di Batavia

Tugu Kunstkring Paleis awalnya menjadi tempat berkumpulnya Nederlandsch-Indische Kunstkring, organisasi yang didirikan untuk mendorong perkembangan seni rupa dan seni dekoratif di Hindia Belanda. Gedung ini dirancang oleh arsitek P.A.J. Moojen dan diresmikan pada 1914.

Interior Tugu Kunstkring Paleis dengan dekorasi artistik dan nuansa historis
Interior Tugu Kunstkring Paleis dengan dekorasi artistik dan nuansa historis

Pada masa itu, Kunstkring menjadi salah satu ruang penting bagi penyelenggaraan pameran seni. Berbagai karya seniman dipamerkan di tempat ini, termasuk karya sejumlah pelukis Eropa yang dikenal luas, seperti Vincent van Gogh, Pablo Picasso, dan Paul Gauguin.

Keberadaan gedung tersebut menunjukkan bahwa Menteng tidak hanya berkembang sebagai kawasan permukiman, tetapi juga memiliki ruang yang mendukung aktivitas seni dan budaya. Seiring waktu, fungsi bangunan berubah mengikuti perkembangan situasi politik dan kebutuhan kota.

Berubah Fungsi, tetapi Tetap Menyimpan Nilai Sejarah

Perjalanan gedung Kunstkring tidak selalu berkaitan dengan kegiatan seni. Setelah periode penggunaannya sebagai pusat kegiatan seni berakhir pada masa pendudukan Jepang, bangunan ini mengalami sejumlah perubahan fungsi. Salah satunya adalah sebagai kantor imigrasi Jakarta Pusat.

Advertisement

Sajian Rijsttafel Betawi di Tugu Kunstkring Paleis
Sajian Rijsttafel Betawi di Tugu Kunstkring Paleis

Perubahan tersebut membuat bangunan ini melewati berbagai periode sejarah Jakarta. Setelah sempat kehilangan fungsi awalnya, gedung tersebut kemudian dipugar dan dikembangkan kembali sebagai ruang yang menggabungkan kegiatan seni dengan aktivitas komersial.

Baca Juga :  Waerebo, Desa Tersembunyi di Atas Awan Yang Terkenal di Kalangan Turis Mancanegara

Pemanfaatan kembali bangunan bersejarah seperti Kunstkring memperlihatkan salah satu cara menjaga warisan arsitektur agar tetap digunakan. Pelestarian tidak hanya berfokus pada bentuk fisik gedung, tetapi juga pada upaya menghadirkan aktivitas yang membuatnya tetap relevan bagi masyarakat.

Menghidupkan Kembali Seni, Sejarah, dan Kuliner

Melalui pengelolaan Tugu Hotels & Restaurants Group, Tugu Kunstkring Paleis kembali menghadirkan ruang untuk pameran seni, restoran, galeri, serta berbagai acara. Fungsi tersebut memiliki keterkaitan dengan sejarah awal bangunan sebagai tempat kegiatan seni.

Selain arsitekturnya, pengalaman di Kunstkring juga dibentuk oleh koleksi artistik dan ruang-ruang tematik di dalamnya. Sejumlah ruangan mengangkat tokoh dan cerita sejarah, termasuk Pangeran Diponegoro, Raden Saleh, dan Soekarno. Unsur tersebut memberikan konteks sejarah yang berbeda bagi pengunjung.

Di sisi kuliner, tempat ini juga menawarkan pengalaman bersantap dengan sajian yang terinspirasi dari beragam tradisi. Salah satunya adalah Rijsttafel Betawi, yang menghadirkan aneka hidangan dalam satu rangkaian sajian. Perpaduan tersebut menjadikan Kunstkring lebih dari sekadar tempat makan, karena pengunjung juga dapat mengenal cerita sejarah dan seni melalui ruang yang ditempatinya.

Perjalanan Tugu Kunstkring Paleis menunjukkan bahwa bangunan bersejarah dapat terus memiliki peran dalam kehidupan kota. Dengan memadukan pelestarian arsitektur, seni, dan kuliner, gedung yang berdiri sejak 1914 ini tetap menjadi bagian dari wajah Jakarta hingga kini.

Baca Juga :  Siapa Sangka Hotel di Manado Ini Memiliki Pemandangan Alam Bawah Laut Yang Indah

Ikuti terus Dailyhotels.id untuk mendapatkan berita terbaru, informasi kegiatan hotel, dan perkembangan dunia hospitality.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Previous Post
Adrian Zecha pendiri Aman Resort

Kisah Adrian Zecha: Terusir dari Indonesia, Bangkit Membangun Aman Resorts