Bagi pencinta dunia hospitality dan arsitektur unik, Bali selalu menghadirkan konsep akomodasi yang menarik. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Private Jet Villa Bali, sebuah vila mewah yang dibangun dari bangkai Boeing 737 di atas tebing Uluwatu. Konsep ini menjadikannya salah satu penginapan paling unik di Indonesia.
Inilah kisah di balik Private Jet Villa Bali yang berdiri di tebing Pantai Nyang Nyang, Uluwatu. Di balik tampilannya yang ikonik, terdapat proses pembangunan yang penuh tantangan, mulai dari pemindahan pesawat hingga proses perakitan di lokasi.
Berawal dari Ide Gila Felix Demin
Awalnya proyek ambisius ini tidak lahir begitu saja. Otak di balik proyek ini adalah Felix Demin, seorang pengusaha asal Rusia. Ia dikenal memiliki ketertarikan pada berbagai proyek unik dan menantang di Bali.

Felix melihat peluang ketika menemukan sebuah Boeing 737 milik maskapai lokal Indonesia yang sudah pensiun dari operasional. Alih-alih membiarkannya berakhir di tempat pembuangan, Felix memiliki ide berbeda. Ia ingin mengubah badan pesawat tersebut menjadi vila mewah yang berdiri di atas tebing laut.
Membeli pesawat bekas tentu membutuhkan modal yang besar. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat pesawat harus dipindahkan ke tebing curam Uluwatu.
Tantangan Logistik Ekstrem Private Jet Villa Bali: Membelah Pesawat Menjadi Dua
Bagaimana cara membawa pesawat komersial berbobot puluhan ton menyusuri jalanan Bali yang terkenal sempit dan berliku? Jawabannya adalah dengan operasi logistik yang sangat rumit.
Untuk memindahkan pesawat tersebut ke Pecatu, Uluwatu, tim Felix harus berkonsultasi dengan ahli penerbangan, insinyur struktur, hingga pihak kepolisian setempat. Prosesnya memakan waktu persiapan berbulan-bulan:
- Membongkar Pesawat (Deconstruction): Pesawat Boeing 737 tersebut harus dipreteli terlebih dahulu. Badan pesawat (fuselage) dibelah menjadi beberapa bagian utama agar bisa diangkut oleh truk trailer besar. Bahkan bagian sayap, kokpit, dan ekor harus dipisahkan secara presisi agar bisa dirakit kembali tanpa merusak kekuatan strukturnya.
- Perjalanan Malam Hari: Pengangkutan potongan pesawat hanya dilakukan pada tengah malam hingga menjelang subuh. Langkah ini diambil untuk menghindari kemacetan di jalanan Bali. Tim logistik bahkan harus meninggikan atau memotong sementara kabel-kabel listrik yang melintang di jalan agar badan pesawat bisa lewat.
- Tebing Curam Uluwatu: Jalur menuju lokasi akhir di tebing Pantai Nyang Nyang sangat terjal dan berbatu. Truk-truk raksasa harus bermanuver dengan sangat hati-hati di pinggir jurang setinggi 150 meter. Tujuannya agar setiap potongan pesawat dapat ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan.

Setelah seluruh potongan tiba di lokasi, proses perakitan kembali pun dimulai. Tim juga harus memastikan struktur pesawat tetap aman dan kokoh berdiri di atas tebing yang berangin kencang.
Transformasi Interior: Dari Kabin Sempit Menjadi First Class Suite
Melihat tampilan luar Private Jet Villa memang sudah sangat menakjubkan. Tidak hanya itu, bagian interiornya adalah tempat di mana kemewahan yang sesungguhnya berada. Felix Demin bekerja sama dengan tim arsitek dan desainer interior kelas dunia. Bersama-sama, mereka mengubah kabin pesawat yang sempit menjadi ruang hidup yang terasa lebih luas dan elegan.
Kini, Private Jet Villa menawarkan dua suite utama yang super mewah:
1. The Jet Suite

Ini adalah salah satu sudut paling ikonik dari vila ini. Area kokpit yang dahulu dipenuhi instrumen penerbangan kini berubah menjadi kamar mandi utama. Ruang tersebut dirancang dengan konsep yang mewah dan modern. Di sini, terdapat sebuah jacuzzi berbentuk bulat yang diletakkan tepat di area hidung pesawat. Sambil berendam di air hangat, tamu bisa menikmati pemandangan lepas samudera Hindia 180 derajat melalui kaca jendela kokpit asli.
2. The First Class Suite

Kamar tidur ini didesain dengan estetika minimalis namun hangat dan memadukan kayu alami, marmer premium, dan aksen kuningan. Perpaduan tersebut menghadirkan kenyamanan layaknya berada di pesawat pribadi eksklusif.
Setiap jendela oval khas pesawat Boeing dipertahankan untuk memberikan sensasi unik bahwa Anda sedang melayang di atas awan.
Fasilitas Kelas Sultan yang Bikin Geleng-geleng Kepala
Private Jet Villa menjadi salah satu vila termahal di Bali. Selain menawarkan bentuk bangunan yang unik, vila ini juga menghadirkan layanan bintang lima. Beberapa fasilitas luar biasa yang disediakan antara lain:

- Wing Lounge (Balkon di Atas Sayap): Sayap Boeing 737 ini diperkuat dengan struktur baja tersembunyi. Setelah itu, area tersebut diubah menjadi lounge terbuka. Di atas sayap ini, diletakkan furnitur luar ruangan yang nyaman serta jaring-jaring gantung (hammock). Duduk di sini akan memberikan ilusi visual yang luar biasa seolah-olah Anda sedang terbang melintasi laut biru.
- Infinity Pool yang Menjorok ke Jurang: Di samping badan pesawat terdapat sebuah infinity pool. Posisinya seolah melayang di bibir tebing Uluwatu.
- Helipad Pribadi: Ingin menghindari kemacetan Bali? Para tamu VIP dan selebritas dapat mendarat langsung di helipad pribadi. Lokasinya hanya beberapa meter dari pintu masuk vila.
- Layanan Butler & Chef Pribadi 24 Jam: Setiap pemesanan sudah termasuk layanan koki pribadi yang menyajikan hidangan gourmet. Selain itu, tersedia pula butler yang siap membantu kebutuhan tamu selama 24 jam.
Berapa Tarif Menginap di Private Jet Villa?
Semua kemewahan, keunikan, dan perjuangan pembangunan miliaran rupiah ini dibanderol dengan harga yang tidak murah.
Tarif menginap dimulai dari sekitar USD 3.100 atau sekitar Rp49,5 juta per malam. Saat musim liburan, tarifnya dapat mencapai lebih dari USD 7.200 per malam. Dengan layanan VIP tambahan, biayanya bisa sekitar Rp115 juta per malam.
Meski tarifnya fantastis, minat terhadap vila ini tetap tinggi. Waiting list pemesanan dikabarkan cukup panjang, terutama dari influencer internasional, pengusaha, dan selebritas yang mencari privasi.
Mulai dari vila di atas tebing hingga hotel bersejarah, Indonesia tak pernah kehabisan cerita unik. Ikuti Dailyhotels untuk menemukan inspirasi hotel unik dan cerita menarik dari dunia hospitality. Jangan lupa bagikan artikel ini kepada teman atau keluarga yang sedang merencanakan liburan.