Dark Mode Light Mode

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use

7 Restoran Cantik di Paris dengan Interior Ikonik dan Suasana Berkelas

Interior Beefbar Paris dengan atrium kaca, dekorasi Art Nouveau, ornamen artistik, dan kursi makan berwarna merah Interior Beefbar Paris dengan atrium kaca, dekorasi Art Nouveau, ornamen artistik, dan kursi makan berwarna merah
Interior Beefbar Paris dengan atrium kaca, dekorasi Art Nouveau, ornamen artistik, dan kursi makan berwarna merah

DAILYHOTELS.ID — Paris tidak hanya dikenal melalui landmark, museum, dan kawasan bersejarahnya. Kota ini juga memiliki berbagai restoran yang menawarkan pengalaman bersantap melalui arsitektur, desain interior, suasana, dan karakter kuliner yang khas.

Sebagian restoran berada di bangunan bersejarah dengan dekorasi yang menjadi bagian dari identitasnya. Ada pula yang menawarkan taman tersembunyi, interior penuh warna, hingga rooftop dengan panorama atap-atap Paris.

Bagi wisatawan, mengunjungi restoran dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal karakter kota. Selain menikmati hidangan, suasana tempat juga memberikan pengalaman tersendiri selama menjelajahi Paris.

1. Le Train Bleu, Restoran Bersejarah di Gare de Lyon

Le Train Bleu merupakan restoran bersejarah yang berada di dalam stasiun Gare de Lyon. Restoran ini dikenal melalui interior bergaya Belle Époque yang dihiasi lukisan, ornamen dekoratif, chandelier, serta detail arsitektur yang memberikan karakter kuat pada ruang makannya.

Interior Le Train Bleu di Paris dengan chandelier megah, ornamen emas, lukisan langit-langit, dan meja makan bergaya klasik
Interior Le Train Bleu di Paris dengan chandelier megah, ornamen emas, lukisan langit-langit, dan meja makan bergaya klasik

Sejarah Le Train Bleu bermula pada 1900, ketika sebuah buffet stasiun dibangun untuk menyambut Universal Exhibition. Proyek tersebut dirancang oleh arsitek Marius Toudoire dan diresmikan pada 1901 oleh Presiden Prancis Émile Loubet.

Advertisement

Pada 1963, buffet tersebut berganti nama menjadi Le Train Bleu. Nama ini terinspirasi dari layanan kereta yang menghubungkan Paris dengan kawasan French Riviera.

Sejumlah bagian restoran kemudian ditetapkan sebagai bangunan bersejarah pada 1972. Status tersebut mencakup ruang restoran, sejumlah salon, koridor, dan dekorasi interiornya.

Hingga kini, Le Train Bleu tetap menyajikan hidangan Prancis. Pengunjung dapat menikmati pengalaman bersantap di tengah interior bersejarah yang mencerminkan kemegahan Paris pada awal abad ke-20.

2. Beefbar Paris, Perpaduan Kuliner dan Arsitektur Art Nouveau

Berada di 5 Rue Marbeuf, kawasan Triangle d’Or, Beefbar Paris memadukan hidangan berbasis daging premium dengan bangunan bersejarah. Restoran ini dibuka di Paris pada 2018 dan menempati bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai Fermette Marbeuf.

Interior Beefbar Paris dengan atrium kaca, dekorasi Art Nouveau, ornamen artistik, dan kursi makan berwarna merah
Interior Beefbar Paris dengan atrium kaca, dekorasi Art Nouveau, ornamen artistik, dan kursi makan berwarna merah

Salah satu daya tariknya adalah atrium bergaya Art Nouveau yang diakui sebagai monumen warisan pada 1983. Setelah melalui proses restorasi, detail arsitektur bangunan kembali menjadi bagian penting dari karakter restoran.

Baca Juga :  Santika Iconic Food 2023 Menyambut Para Pecinta Kuliner

Dari sisi kuliner, Beefbar menghadirkan pilihan daging premium, termasuk American Black Angus, Australian Wagyu, dan certified Kobe beef. Menu yang ditawarkan juga mencakup interpretasi street food dengan bahan-bahan berkualitas tinggi.

Perpaduan antara sajian daging dan interior Art Nouveau menjadikan Beefbar Paris memiliki karakter tersendiri. Pengalaman bersantap di sini tidak hanya berkaitan dengan menu, tetapi juga dengan ruang bersejarah yang menaungi restoran tersebut.

3. Hôtel Particulier Montmartre, Suasana Tersembunyi di Tengah Kota

Di kawasan Montmartre, Hôtel Particulier Montmartre menawarkan suasana bersantap yang lebih tenang. Berlokasi di 23 Avenue Junot, properti ini berada di lingkungan taman yang memberikan kontras dengan jalanan Paris yang ramai.

Area makan outdoor Hôtel Particulier Montmartre dengan meja ber taplak putih, kursi besi klasik, payung merah, dan taman hijau yang rimbun
Area makan outdoor Hôtel Particulier Montmartre dengan meja ber taplak putih, kursi besi klasik, payung merah, dan taman hijau yang rimbun

Restorannya menyajikan masakan Prancis dan hidangan musiman dengan bahan-bahan yang dipilih dari produsen lokal di Prancis. Suasana yang intim dan elegan menjadikannya alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman makan dengan nuansa berbeda.

Tempat ini menawarkan pengalaman bersantap pada berbagai waktu, mulai dari sarapan, makan siang, afternoon tea, cocktail, hingga makan malam. Brunch juga tersedia pada akhir pekan dan hari libur.

Di kawasan properti yang sama, terdapat Le Très Particulier, sebuah bar cocktail dengan suasana yang dikelilingi vegetasi dan dekorasi bernuansa taman. Tempat ini berbeda dari restoran utamanya, tetapi turut memperkuat karakter Hôtel Particulier Montmartre sebagai destinasi bersantap yang tersembunyi.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi Paris yang lebih tenang, tempat ini menawarkan alternatif di tengah kawasan Montmartre yang dikenal sebagai salah satu area populer kota.

4. Pink Mamma, Restoran Italia dengan Interior Penuh Warna

Pink Mamma menghadirkan suasana trattoria Italia di kawasan Pigalle, Paris. Berlokasi di 20bis Rue de Douai, restoran ini merupakan bagian dari grup Big Mamma dan menempati bangunan empat lantai dengan dekorasi penuh warna serta tanaman yang menjadi elemen visual utamanya.

Baca Juga :  Bukan Maldives, Tapi Saudi! Ini Dia Shebara Resort dengan Villa Mengapung Super Aesthetic
Interior restoran Pink Mamma di Paris dengan bar berwarna hijau, tanaman rambat, atap kaca, dan dekorasi bergaya Italia
Interior restoran Pink Mamma di Paris dengan bar berwarna hijau, tanaman rambat, atap kaca, dan dekorasi bergaya Italia

Konsepnya terinspirasi dari trattoria di Florence, Italia. Setiap area memiliki karakter berbeda, termasuk ruang di bawah atap kaca yang menjadi salah satu daya tarik interior restoran.

Menu Pink Mamma mencakup antipasti, pasta segar, pizza Neapolitan, dan berbagai pilihan minuman. Restoran ini juga memiliki area pizzeria di lantai dua serta No Entry, sebuah speakeasy yang berada di bagian basement.

Kombinasi kaca, tanaman, dan permainan warna membuat Pink Mamma tampil berbeda dari restoran klasik Paris. Suasananya lebih ekspresif dan dinamis, sekaligus membawa karakter kuliner Italia ke kawasan Pigalle.

5. Perruche, Menikmati Paris dari Rooftop

Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama kota dari ketinggian, Perruche menawarkan pengalaman bersantap di rooftop Printemps Haussmann.

Area rooftop restaurant Perruche di Paris dengan meja makan berwarna putih, sofa kuning, tanaman hijau, dan panorama kota
Area rooftop restaurant Perruche di Paris dengan meja makan berwarna putih, sofa kuning, tanaman hijau, dan panorama kota

Restoran ini memadukan pemandangan atap-atap Paris dengan suasana yang terinspirasi dari kawasan Mediterania. Kehadiran tanaman dan elemen outdoor menciptakan atmosfer seperti taman di atas kota.

Menu Perruche mengangkat cita rasa Mediterania dan Provence. Beberapa hidangan yang tercantum dalam menunya antara lain pissaladière, petits farcis, salade niçoise, gambas flambées au pastis, serta côtes d’agneau rôties au thym.

Perruche juga memiliki outdoor bar yang beroperasi secara musiman, umumnya pada periode Mei hingga September. Pengunjung dapat memilih waktu makan siang maupun makan malam untuk menikmati suasana rooftop.

Perpaduan panorama kota, dekorasi bernuansa taman, dan hidangan Mediterania membuat Perruche menjadi salah satu tempat bersantap yang menawarkan perspektif berbeda terhadap Paris.

6. The Golden Hour, Pengalaman Bersantap di Atas The Peninsula Paris

The Golden Hour merupakan rooftop dining spot yang berada di atas The Peninsula Paris. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati panorama sejumlah landmark kota, termasuk Menara Eiffel dan Sacré-Cœur.

Area rooftop The Golden Hour di The Peninsula Paris dengan sofa bernuansa krem dan kuning, tanaman rambat, serta suasana outdoor yang elegan
Area rooftop The Golden Hour di The Peninsula Paris dengan sofa bernuansa krem dan kuning, tanaman rambat, serta suasana outdoor yang elegan

Konsep kulinernya lebih santai dibandingkan restoran fine dining. The Peninsula Paris menggambarkan pengalaman tersebut sebagai sajian bergaya musim panas yang dirancang untuk dinikmati bersama.

Baca Juga :  Hotel Neo Semarang Hadirkan Promo Menu Spesial Noodles Now

Menu yang ditawarkan dibuat oleh Chef David Bizet, sementara kreasi pastry disiapkan oleh pastry chef Anne Coruble. Berbagai pilihan cocktail turut melengkapi pengalaman bersantap di area rooftop.

Selain makanan dan minuman, suasana rooftop menjadi bagian penting dari pengalaman yang ditawarkan. Pemandangan kota dan atmosfer sore hingga malam hari memberikan karakter tersendiri bagi tempat ini.

Karena berada di area terbuka dan bersifat musiman, operasional The Golden Hour dapat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan tempat. Pengunjung disarankan memeriksa informasi terbaru dari hotel sebelum berkunjung.

7. Bouillon Julien, Warisan Art Nouveau dalam Kehidupan Kuliner Paris

Berlokasi di 16 Rue du Faubourg Saint-Denis, Bouillon Julien merupakan restoran yang dikenal melalui interior bergaya Art Nouveau dan sejarah panjangnya dalam dunia kuliner Paris.

Interior Bouillon Julien di Paris dengan panel kaca patri, ornamen Art Nouveau, lampu dekoratif, dan deretan meja makan klasik
Interior Bouillon Julien di Paris dengan panel kaca patri, ornamen Art Nouveau, lampu dekoratif, dan deretan meja makan klasik

Bangunan restoran ini didirikan pada 1906 oleh arsitek Prancis Édouard Fournier. Interiornya kemudian dihiasi oleh sejumlah seniman dan pengrajin yang bekerja dengan pendekatan Art Nouveau.

Salah satu elemen yang paling menonjol adalah empat panel kaca yang menampilkan figur perempuan sebagai simbol empat musim. Panel tersebut dibuat oleh ahli kaca Louis Trezel dengan inspirasi dari karya visual Alphonse Mucha.

Interiornya juga dilengkapi ubin bermotif bunga dan bar kayu mahoni yang dikaitkan dengan desainer Louis Majorelle. Pada 2018, Bouillon Julien menjalani renovasi untuk mempertahankan karakter autentik ruangnya. Proses tersebut turut mengungkap bahwa warna asli dindingnya adalah hijau Céladon, bukan beige seperti yang sebelumnya diperkirakan.

Dari sisi kuliner, Bouillon Julien mempertahankan konsep tradisional restoran bouillon dengan sajian Prancis yang relatif sederhana. Perpaduan tersebut menjadikan tempat ini menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan sekaligus melihat warisan desain interior Paris.

Menjelajahi Paris Melalui Restoran dengan Karakter Berbeda

Tujuh restoran dan tempat bersantap tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kuliner di Paris dapat hadir melalui berbagai karakter.

Le Train Bleu dan Bouillon Julien menonjolkan warisan arsitektur serta sejarah kota. Beefbar Paris menggabungkan hidangan daging premium dengan bangunan Art Nouveau, sementara Hôtel Particulier Montmartre menawarkan suasana yang lebih tersembunyi di tengah taman.

Di sisi lain, Pink Mamma menghadirkan atmosfer trattoria Italia dengan interior penuh warna. Perruche dan The Golden Hour menawarkan pengalaman berbeda melalui rooftop dengan panorama kota.

Setiap tempat memiliki daya tarik yang dapat disesuaikan dengan agenda perjalanan, mulai dari menjelajahi bangunan bersejarah hingga menikmati hidangan dengan pemandangan Paris dari ketinggian.

Bagi wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Paris, kunjungan ke restoran-restoran tersebut dapat melengkapi agenda mengunjungi museum, landmark, dan kawasan bersejarah. Pemilihan akomodasi yang strategis juga dapat membantu perjalanan kuliner menjadi lebih nyaman.

Ingin menemukan inspirasi kuliner dan destinasi menarik di berbagai kota dunia? Ikuti DailyHotels.id untuk mendapatkan informasi seputar hotel, restoran, perjalanan, dan perkembangan industri hospitality.

Keep Up to Date with the Most Important News

By pressing the Subscribe button, you confirm that you have read and are agreeing to our Privacy Policy and Terms of Use
Previous Post
Shangri-La Jakarta — kolam renang tropis dengan area hijau dan pohon palem

12 Hotel dengan Kolam Renang di Jakarta, dari City View hingga Nuansa Resort